Site icon Suaralotim

Dari Modal Nekat hingga Jadi Teknisi, Kisah Pak Arif Asal Kelayu Merintis Servis HP di Lombok Timur

filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.58194447, 0.58194447); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 62.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

LOMBOK TIMUR, SUARALOTIM — Memulai usaha tidak selalu harus menunggu modal besar atau mengikuti pendidikan formal. Keberanian mencoba dan kemauan belajar secara mandiri juga bisa menjadi langkah awal membangun usaha.Kisah tersebut tergambar dari perjalanan Pak Arif, seorang teknisi servis telepon seluler (HP) asal Ledang, Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.Pak Arif mulai membuka usaha servis HP pada 2012.

Dengan modal nekat, ia memilih menekuni bidang perbaikan ponsel dan mempelajari keterampilannya secara otodidak.Alih-alih mengandalkan pendidikan formal, ia belajar dengan membongkar HP sendiri. Cara tersebut menjadi bagian dari prosesnya mengenal perangkat yang kemudian menjadi bidang usaha yang ditekuninya.

Belajar Servis HP Secara OtodidakBelajar memperbaiki HP secara mandiri bukan perkara mudah. Seseorang perlu mengenali berbagai komponen, memahami penyebab kerusakan, serta mengetahui cara melakukan perbaikan dengan tepat.Bagi Pak Arif, proses belajar tersebut dimulai dari keberanian mencoba membongkar HP sendiri.

Dari proses belajar secara mandiri itulah ia menekuni bidang servis HP hingga akhirnya membuka usaha pada 2012.Keputusannya menjalankan usaha sendiri juga didasari keinginan untuk mendapatkan kebebasan dalam bekerja tanpa tekanan.

Penghasilan Terkadang Mencapai Rp400 Ribu SehariSelama menjalankan usaha, Pak Arif menghadapi pendapatan yang tidak menentu.Ia mengungkapkan bahwa dalam kondisi tertentu, penghasilannya bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu sehari.

Namun, pendapatan tersebut tidak selalu diperoleh setiap hari.Ada kalanya pekerjaan cukup ramai, tetapi pada waktu lain penghasilannya minim, bahkan tidak sesuai harapan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha jasa, termasuk teknisi servis HP yang mengandalkan pelanggan untuk mendapatkan pemasukan.

Angka penghasilan tersebut juga perlu dibedakan antara omzet dan keuntungan bersih setelah dikurangi biaya suku cadang serta operasional.Bertahan dengan Usaha SendiriBagi Pak Arif, membuka servis HP bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menyambung hidup.

Selama lebih dari satu dekade menjalankan usaha, ia menekuni pekerjaan yang dibangun dari keterampilan hasil belajar mandiri.

Kisahnya memberikan gambaran bahwa peluang usaha dapat tumbuh dari keterampilan yang dipelajari secara bertahap. Meski penghasilan tidak selalu menentu, usaha yang dijalankan dengan kemampuan sendiri dapat menjadi salah satu pilihan untuk mencari nafkah.Perjalanan Pak Arif di Kelayu Utara menjadi potret perjuangan pelaku usaha kecil yang berusaha bertahan di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Exit mobile version